Bagaimana cara mengatasi masalah peralatan dan teknis yang dihadapi saat merajut kain bantalan pada mesin rajut melingkar single jersey?
1. Benang yang digunakan untuk merajut benang mengambang relatif tebal. Disarankan untuk menggunakan pemandu benang 18-gauge/25,4 mm. Pengumpan benang pada pemandu benang sedekat mungkin dengan jarum.
2. Gigi-gigi pada gearbox pengumpan benang di kepala mesin harus diubah sebelum proses merajut, agar benang dasar dan benang apung memiliki rasio pengumpanan tertentu. Rasio transmisi umum adalah sebagai berikut: pengumpanan benang dasar menggunakan 43 gigi dengan 50 gigi; pengumpanan benang apung menggunakan 26 gigi dengan 65 gigi.
3. Pada awal proses merajut, berikan gaya tarik tertentu pada kain mentah agar simpul-simpul yang baru terbentuk dapat terurai dengan baik.
4. Saat pemberat benang masuk paling dalam, ujung pemberat benang harus sedekat mungkin dengan titik tertinggi jarum rajut untuk memastikan bahwa ujung pemberat benang dapat mengendalikan simpul-simpul lama sehingga dapat terurai dengan lancar.
5. Panjang benang yang membentuk benang mengambang tidak boleh terlalu panjang, jika tidak akan mudah menghasilkan jahitan. Umumnya, panjangnya harus kurang dari atau sama dengan 7 cm.
6. Tegangan tarikan dan lilitan harus sedang, tegangan kecil akan membuat kain abu-abu mudah bergaris horizontal; tegangan besar akan membuat kain abu-abu mudah berlubang.
7. Kecepatan rajut mesin umumnya 18-20 putaran/menit untuk bahan baku, dan 22-24 putaran/menit untuk bahan baku berkualitas lebih baik.
8. Jika terjadi cacat garis horizontal, tegangan rajutan benang dasar dapat lebih kecil, umumnya dikendalikan pada 1,96~2,95 cN (2~3g).
Waktu posting: 04 November 2021
